Memahami Apa Itu BIPOLAR

Apa itu gangguan bipolar (GB)? GB Adalah gangguan psikologi yang ditandai perubahan mood (suasana hati) yang secara tiba-tiba, sangat ekstrem, dan berlawanan. Hari ini seseorang terlihat sangat senang, bahagia, bersemangat, antusias, kemudian secara drastis berubah menjadi tertekan, sedih, emosional, putus asa, bahkan depresi. Yang membedakan dengan perubahan emosi biasa adalah kualitas emosi pada GB lebih dalam yang jika didiamkan bisa membahayakan jiwa si penderita karena ia bisa saja berniat bunuh diri.

Sementara perubahan emosi biasa, selain kualitasnya lebih ringan, biasanya juga lebih mudah bisa diatasi oleh yang bersangkutan. Sesuai dengan namanya, bipolar mempunyai dua kutub yang berlainan, yaitu kutub manik dan kutub depresi karena itulah sebelumnya bipolar dikenal sebagai gangguan manic-depressive. Saat manic muncul, emosi penderita bisa bergembira, bersemangat, dan memiliki kepercayaan diri yang berlebihan.

Sementara saat depresi, ia akan gelisah, merasa lelah, sedih, bahkan berniat bunuh diri. Perubahan dari manic ke depresi bisa berlangsung cukup lama, hingga berbulan-bulan. Tetapi bisa juga berubah dengan sangat cepat yang disebut “rapid-cycle”. Pada kondisi rapid cycle, penderita cepat kembali “normal” (bisa diajak bekerja sama, berbaik hati, tersenyum), tetapi kemudian berubah kembali menjadi depressive.

Bisa Menyerang Anak-anak

Dari banyak kasus, terlihat bahwa GB dialami oleh remaja dan orang dewasa. Tetapi anak-anak pun bisa mengalaminya. Tapi harap dicatat, tidak setiap perubahan emosi merupakan GB. Apalagi emosi anak-anak kerap belum stabil. Kalaupun terjadi GB, banyak orangtua yang tidak menyadari akan hal ini pada anak.

Ketika anak mengalami mood swing, kita kerap mencapnya sebagai anak bandel, tidak mau diatur, tidak sopan, suka membangkang, dan lainnya. Bahkan di daerah pelosok, anak dengan gejala-gejala GB dipasung supaya tidak membahayakan orang lain. Karena itulah, kalau selama ini kita “hanya” memerhatikan pertumbuhan fsik buah hati (apakah buah hati cukup gizi dan sebagainya), mulai saat ini harap perhatikan juga mental dan jiwanya.

Di sini kita perlu melihat, bagaimana pertumbuhan emosi anak. Apakah sejalan dengan usianya? Adakah yang mencurigakan seperti suka marah, gampang sedih, dan sebagainya. Dari hasil penelitian di beberapa negara, 10-12% remaja mengalami GB. Meski penelitian ini dilakukan terhadap remaja, GB tidak muncul begitu saja di usia remaja, bisa saja sejak anak-anak sudah muncul namun baru terdeteksi di usia remaja.

Simak juga rekomendasi tempat pelatihan tes toefl terbaik di Jakarta untuk anda yang akan mengikuti ujian toefl.

Author: donny