Beberapa Alasan Mengapa Bisnis Kecil Sering Gagal untuk Berkembang

Sudah menjadi rahasia umum jika menjalankan bisnis sendiri bukanlah untuk individu yang memiliki mental lemah. Ini karena, menjalan sebuah bisnis, apalagi bisnis kecil memiliki banyak sekali risiko. Pemilik bisnis yang sukses harus memiliki kemampuan untuk mengatasi risiko spesifik perusahaan sambil secara bersamaan membawa produk atau layanan yang dimiliki ke pasar pada titik harga yang memenuhi tingkat permintaan konsumen. Sementara ada sejumlah usaha kecil di berbagai industri yang berkinerja baik dan terus menerus memperoleh menguntungkan. Akan tetapi, tidak sedikit juga bisnis kecil atau yang baru saja dikembangkan tidak dapat meraih kesuksesan.

Terdapat beberapa alasan mengapa bisnis kecil sering gagal untuk berkembang. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa hal yang dapat menghambat atau menggagalkan bisnis kecil untuk berkembang:

Tidak memiliki modal yang cukup

Pada umumnya, sebagian besar bisnis kecil yang gagal setiap tahun, hampir setengah dari pengusaha menyatakan bahwa alasan terbesarnya adalah kurangnya dana atau modal kerja yang dimiliki. Dalam kebanyakan kasus, seorang pemilik bisnis sangat menyadari berapa banyak uang yang dibutuhkan agar bisnis tersebut dapat terus berjalan, termasuk sistem penggajian karyawan, biaya sewa dan masih banyak lagi. Akan tetapi, pemilik bisnis kecil yang gagal tidak terlalu mengetahui berapa banyak pendapatan yang dihasilkan oleh penjualan produk atau layanan yang dimiliki. Hal ini menyebabkan kurangnya dana yang membuat usaha kecil tidak dapat beroperasi dengan baik.

Selain kuranganya modal, pemilik bisnis, juga kurang memperhatikan harga dari produk atau jasa yang mereka tawarkan. Untuk bersaing pada era bisnis yang ketat seperti saat ini, beberapa pemilik perusahaan mungkin menetapkan harga suatu produk atau layanan yang jauh lebih rendah daripada penawaran serupa dengan tujuan untuk menarik pelanggan baru. Meskipun strategi ini berhasil dalam beberapa kasus, tetapi pada akhirnya bisnis tersebut tidak akan mendapatkan keuntungan dan yang paling signifikan, banyak pengusaha akan menyebut bisnis Anda merusak harga pasar.

Beberapa bisnis startup juga menghadapi tantangan dalam hal mendapatkan modal untuk membawa produk baru ke pasar, untuk mendanai ekspansi atau untuk membayar biaya pemasaran yang sedang berlangsung. Sementara pinjaman bank konvensional memiliki beberapa peraturan yang cukup sulit untuk dilakukan. Tanpa masuknya modal untuk proyek-proyek besar atau kebutuhan modal kerja yang berkelanjutan, bisnis kecil terpaksa harus menggulung tikar.

Untuk melindungi bisnis kecil dari hal ini, pemilik bisnis harus menetapkan anggaran yang realistis untuk kebutuhan operasional perusahaan dan bersedia untuk menyediakan modal dari kas mereka sendiri selama fase startup atau ekspansi. Seiring berjalannya waktu, sangat penting untuk meneliti dan mengamankan opsi pembiayaan dari berbagai outlet sebelum pendanaan benar-benar diperlukan. Ketika tiba saatnya untuk mendapatkan pendanaan, pemilik bisnis harus memiliki berbagai sumber yang dapat mereka jadikan modal.

Kurangnya aspek manajemen

Selain tidak memiliki modal, alasan umum lainnya mengapa bisnis kecil gagal adalah kurangnya pengelolaan dari pemilik atau tim manajemen itu sendiri. Dalam beberapa kasus, pemilik bisnis adalah satu-satunya personel tingkat senior dalam suatu perusahaan, terutama ketika sebuah bisnis berada di tahun pertama atau kedua operasinya. Sementara pemilik bisnis mungkin memiliki keterampilan yang diperlukan untuk membuat dan menjual produk atau layanan yang berkualitas, pebisnis tersebut sering kekurangan atribut manajer yang kuat dan waktu yang dibutuhkan untuk berhasil mengelola karyawan lain. Tanpa tim manajemen yang berdedikasi, pemilik bisnis memiliki potensi lebih besar untuk salah mengelola aspek-aspek tertentu dari bisnis, baik itu keuangan, perekrutan, atau pemasaran.

Tidak memiliki rencana bisnis

Seringkai, masih banyak bisnis kecil sering mengabaikan pentingnya perencanaan bisnis yang efektif sebelum menjalankannya. Rencana bisnis yang baik harus mencakup, sekurang-kurangnya, deskripsi bisnis yang jelas; kebutuhan karyawan dan manajemen saat ini dan di masa depan; peluang dan ancaman dalam pasar yang lebih luas; kebutuhan modal termasuk proyeksi arus kas dan berbagai anggaran; inisiatif pemasaran; dan analisis pesaing.

Pemilik bisnis yang gagal memenuhi kebutuhan bisnis dalam rencana yang disusun dengan baik dapat membuat perusahaan mereka menghadapi tantangan serius. Demikian pula, bisnis yang tidak secara teratur meninjau rencana bisnis awal, atau bisnis yang tidak siap untuk beradaptasi dengan perubahan di pasar atau industri yang ada, maka bisnis tersebut akan menemui rintangan yang berpotensi menghancurkan bisnis itu sendiri di masa depan.

Untuk menghindari hal tersebut, seorang pebisnis harus memiliki pemahaman yang kuat tentang industri dan kompetisinya sebelum memulai sebuah perusahaan. Model bisnis spesifik dan infrastruktur perusahaan harus dibangun jauh sebelum produk atau layanan ditawarkan kepada para pelanggan, dan aliran pendapatan potensial harus diproyeksikan secara realistis jauh sebelumnya. Membuat dan memelihara rencana bisnis adalah kunci untuk menjalankan perusahaan yang sukses untuk jangka panjang.

Pemasaran yang tidak efektif

Yang terakhirt, pemilik bisnis sering gagal untuk mempersiapkan kebutuhan pemasaran suatu perusahaan dalam hal modal yang diperlukan, jangkauan prospek, dan proyeksi rasio konversi yang akurat. Ketika perusahaan meremehkan hal ini, seringkali perusahaan tersebut sulit untuk mendapatkan pembiayaan atau mengalihkan modal dari departemen bisnis lain untuk menutupi kekurangan tersebut.

Karena pemasaran merupakan aspek penting dari setiap bisnis kecil, penting bagi pebisnis untuk memastikan mereka telah menetapkan anggaran yang realistis untuk kebutuhan pemasaran saat ini dan masa depan. Selain itu, pemilik bisnis juga harus memiliki proyeksi realistis dalam hal jangkauan target pelanggan dan rasio konversi penjualan karena ini sangat penting untuk keberhasilan pemasaran produk atau layanan yang dimiliki. Bisnis yang tidak memahami aspek-aspek strategi pemasaran lebih cenderung gagal daripada bisnis yang meluangkan waktu yang diperlukan untuk membuat dan mengimplementasikan pemasaran dengan serius.

Salah satu cara untuk mengatasinya adalah para pebisnis dapat hadir secara online melalui sebuah website. Sebuah website dapat dijadikan media pemasaran yang lebih efektif karena mampu menjangkau pelanggan secara luas. Selain itu, para pebisnis juga dapat menampilkan beberapa konten (baik itu tulisan, gambar, video) tentang produk atau layanan yang dimiliki agar mampu mentarget pelanggan secara spesifik. Untuk mengetahui website seperti apa yang bisnis Anda butuhkan, Anda dapat menyewa perusahaan penyedia jasa pembuatan website yang ada di daerah Anda.

Author: donny